Makna Mendalam di Balik Kertas Kosong, Amanat Ibu Ilul Mahfudhotin, M.Pd.I. di Upacara Senin Pagi Bikin Siswa MAN 10 Jombang Tersentuh
Bandarkedungmulyo - Ada yang beda di upacara bendera MAN 10 Jombang, Senin (12/10/2026) pagi. Jika biasanya amanat pembina berisi soal kedisiplinan, kali ini Wali Kelas XII F, Ibu Ilul Mahfudhotin, M.Pd.I., membawakan sebuah filosofi sederhana namun mengena: Hidup seperti kertas kosong.
Bertindak sebagai petugas upacara, kelas XII F sukses melaksanakan tugas dengan khidmat. Dalam amanatnya, Ibu Ilul mengibaratkan setiap hari dalam hidup kita adalah goresan tinta di atas kertas putih.
"Kita sendiri yang menentukan, apakah kertas itu akan penuh dengan kebaikan atau justru coretan kesalahan. Dan hebatnya, selama kita masih hidup, kita masih punya penghapus untuk memperbaiki kesalahan itu," ujarnya di hadapan seluruh siswa dan dewan guru.
Ia mengajak seluruh siswa untuk berani mengevaluasi diri, meminta maaf dan memperbaiki sikap kepada guru dan orang tua. Tidak hanya itu, ia juga menekankan kembali jati diri sebagai pelajar madrasah yang bertanggung jawab.
Tanggung jawab itu bukan hanya soal tugas sekolah, tapi juga kewajiban sebagai seorang muslim. Ibu Ilul mengingatkan pentingnya menjalankan salat lima waktu bukan karena paksaan, melainkan dari kesadaran diri sebagai pribadi yang semakin dewasa.
"Hidup seperti kertas kosong. Isilah dengan kebaikan, perbaiki kesalahan, dan mulailah perubahan dari diri sendiri."
Amanat tersebut ditutup dengan kutipan yang menguatkan, QS. Ar-Ra'd ayat 11, bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
Pesan yang dalam, disampaikan dengan cara yang sederhana. Semoga menjadi pengingat untuk kita semua untuk terus menulis kisah terbaik di kertas kosong kehidupan kita.
MAN 10 JOMBANG BISA - JUARA - MAJU - BERMUTU - MENDUNIA