MAN 10 Jombang Jadi Titik Kumpul Gerakan GEMA SAJADAH, Madrasah se-Kecamatan Bandarkedungmulyo Bersedekah Sampah untuk Lingkungan
Jombang, 7 Oktober 2026 – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta program prioritas Kementerian Agama dalam penguatan ekoteologi, madrasah-madrasah di Kecamatan Bandarkedungmulyo turut menyukseskan Gerakan Bersama Sampah Jadi Sedekah (GEMA SAJADAH). Kegiatan yang dilaksanakan pada 6–7 Oktober 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026 dengan MAN 10 Jombang sebagai titik kumpul pengumpulan sedekah sampah.
Gerakan GEMA SAJADAH merupakan bentuk nyata kepedulian warga madrasah terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Melalui gerakan ini, sampah yang selama ini kerap dipandang sebagai sesuatu yang tidak bernilai diupayakan agar memiliki manfaat dan nilai sedekah. Kegiatan tersebut sekaligus mengajak masyarakat madrasah untuk membangun kebiasaan memilah, mengumpulkan, dan mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.
Pelaksanaan GEMA SAJADAH kali ini melibatkan sejumlah madrasah di Kecamatan Bandarkedungmulyo. Semangat kebersamaan terlihat dari partisipasi lembaga-lembaga pendidikan yang turut mengumpulkan dan menyedekahkan sampah melalui MAN 10 Jombang. Madrasah yang berpartisipasi dalam kegiatan ini meliputi:
- MI Al Asy'ariyah
- RA Muslimat Brangkal 1
- MTs Al Asy'ariyah
- RA Banjarsari
- RA Sunan Kudus
- RA Muslimat 2 Tinggar
- RA Al-Azhar
- RA Al Masykur Pucangsimo
- RA Muslimat 1 Tinggar
- RA Al Hikmah
Keterlibatan berbagai jenjang pendidikan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini dan menjadi bagian dari budaya madrasah. Melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama, peserta didik dan warga madrasah diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan, mengurangi sampah, serta memanfaatkan barang yang masih memiliki nilai guna.
GEMA SAJADAH juga sejalan dengan penguatan ekoteologi di lingkungan Kementerian Agama, yaitu upaya menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. Kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya diwujudkan melalui tindakan menjaga kebersihan, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari yang mencerminkan tanggung jawab, kepedulian sosial, dan rasa syukur atas nikmat alam yang telah diberikan.
Dalam semangat Hari Santri 2026, gerakan ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai keislaman dapat diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama dan lingkungan. Sampah yang dikumpulkan dan disedekahkan menjadi simbol bahwa kebaikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, selama dilakukan dengan niat yang baik dan semangat gotong royong.
Melalui GEMA SAJADAH, madrasah-madrasah di Kecamatan Bandarkedungmulyo diharapkan semakin memperkuat komitmen untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman. Gerakan ini juga diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak lembaga pendidikan dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kelestarian bumi.
Dari madrasah, untuk lingkungan. Dari sampah, menjadi sedekah. Dari langkah kecil, tumbuh kepedulian besar.
Mari bersama mewujudkan madrasah yang ASRI, lingkungan yang bersih, dan kehidupan yang lebih baik. Sebab, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan sekadar tanggung jawab bersama, melainkan juga bagian dari ikhtiar menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT.
Sampahmu, Sedekahmu. Gerak Bersama, Berkah Bersama!
_1791421498.jpeg)

_1791421509.jpeg)